Be Realistis, No More Drama. Kamu Harus Jadi Realistis Karena Alasan Ini

Be Realistis, No More Drama. Kamu Harus Jadi Realistis Karena Alasan Ini

Pernah ngga sih kamu merasa kesel dengan seseorang yang apa-apanya dibuat berlebihan dan super drama, padahal menurut kamu masalah yang sedang ia hadapi tidak ada apa-apanya dengan masalahmu, dan kamu masih bisa kalem-kalem aja. Yap, pasti sering. Sekarang ini kalau ngga drama katanya ngga gaul, ngga keren dan ketinggalan jaman.

Kalau kamu masih anak ABG yang baru saja mengenal cinta dan merasa langsung jadi orang yang paling tersakiti ketika punya masalah dengan pacar, mungkin masih bisa dianggap wajar. Tapi kalau kamu sudah berumur 20 tahunan dan masih saja drama menghadapi segala sesuatu, sepertinya kamu perlu kembali ke SMP lagi untuk menemukan teman sepemikiran.

Agar tidak membuat masalah yang kamu hadapi menjadi lebih besar, dan semakin mengganggu orang yang di sekitarmu, sudah saatnya kamu menjadi orang yang realistis, yang menyelesaikan semuanya dengan logika dan pikiran, bukan dengan membuat drama-drama baru yang ntahlah. Nah, supaya kamu tidak  lagi menjadi orang yang  drama, ini lho beberapa alasannya mengapa kamu harus menjadi orang yang realistis.

  1. Dengan Menjadi Orang Yang Realistis, Kamu akan Lebih Mudah Untuk Bahagia

Ketika kamu ditanya, kamu ingin apa? Mungkin lebih dari separuh kamu akan menjawabnya dengan ingin bahagia. Tapi, apa yang bisa membuat kamu bahagia? Mungkin lebih dari sebagian orang tadi tidak bisa menjawabnya.

Kalau kamu menjadi orang yang realistis, kamu hanya akan menjawab bahwa kamu sudah bahagia dengan semua yang kamu miliki saat ini. Orang yang kurang realistis biasanya memilik standar sendiri untuk kebahagiaan mereka, misalnya harus mendapat surprise ulang tahun, harus ini dan harus itu.

Standar kebahagiaan itulah yang sebenarnya membuat mereka menjadi lebih sulit untuk bahagia. Berbeda jika kamu adalah orang yang realistis, kamu akan merasa cukup dengan segala sesuatu yang saat ini ada bersamamu, dan merasa bahagia begitu saja.

  1. Orang Realistis Paham, Tidak Semua Yang Mereka Ingini Dapat Dituruti

Kamu sedang ingin sekali punya satu jaket yang hanya ada di online shop A, dan sudah menabung beberapa bulan, tapi ketika uangnya sudah cukup jaket tersebut malah sudah terjual habis. Sedih bukan? Tentu saja.

Tapi, sebagai orang yang realistis, kamu bisa menerimanya dan mencoba mencari jaket lain, yang minimal mirip warna atau bahannya. Kamu sadar bahwa yang terpenting adalah kegunaan dari jaket itu untuk melindungimu dari panas.

Sedangkan kamu yang drama akan galau seminggu dan merasa menjadi orang paling malang sedunia karena sudah bersusah payah mengumpulkan uang, tapi malah tidak berhasil mendapatkan jaket yang kamu inginkan. Jadi, kamu ingin memilih menjadi orang yang seperti apa?

  1. Karena Kamu Adalah Orang Realistis, Kamu Tidak akan Menjadi Orang Yang Delusional

Tau delusional? Gampangnya sih orang yang selama ini mengaku bahwa kehidupan yang dia punya saat ini adalah kehidupan yang sempurna, yang punya gadget terbaru, punya pacar super tampan, punya sepupu artis, padahal kenyataannya benar-benar berbeda.

Kalau kamu realistis, kamu tidak akan terperangkap pada keinginan dramamu itu dan berusaha mewujudkannya dengan cerita-cerita mengada-adamu. Sekali lagi, biasanya orang realistis lebih pintar bersyukur daripada orang yang  drama.

Sifat delusional ini biasanya juga menjadi sifat  yang paling tidak disukai oleh temn-teman kamu, jadi daripada kamu dijauhi oleh teman, lebih baik mulai sekarang menjadi orang yang realistis saja deh.

  1. Orang Realistis Tidak akan Terperangkap Dengan Harapan Palsu

Ya iyalah, setiap kali denger orang lain bicara manis-manis, orang realistis bisa langsung tahu mana yang mungkin terjadi, dan mana yang akan sekedar menjadi harapan dan janji-janji palsu.

Coba lihat deh mereka yang  ada di sekitarmu, dan sering mengaku menjadi korban pemberi harapan palsu. Apa iya mereka benar-benar diberi harapan palsu kemudian ditinggalkan begitu saja? Atau jangan-jangan mereka hanya terlalu drama dan menanggapi perkataan orang lain dengan berlebihan saja.

Bahkan, kalaupun kamu masuk dalam target pada pemberi harapan palsu, kamu bisa langsung mematahkan semua  omongan mereka, karena kamu sudah tahu bahwa apa yang mereka bilang tidak lebih dari angin yang lewat saja.

  1. Karena Kamu Realistis, Kamu Akan Sadar Kalau Tidak Ada yang Abadi dan Suatu Saat Kamu Harus Merelakannya

Kamu milik siapa? Milik orang tuamu? Milik pasanganmu? Bukan, kamu miliki semesta dan kapan saja semesta bisa memintamu untuk kembali, dengan alasan dan cara yang mungkin saja tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya, begitu juga dengan orang terdekatmu.

Karena kamu orang realistis, setidaknya kamu sudah bisa lebih siap ketika suatu saat kamu harus kehilangan sesuatu, dan tidak akan meratapinya seperti anak kecil yang permennya jatuh ke tanah.

Karena realistis juga, kamu tidak akan menyalahkan Tuhan dan Semesta akan kehilangan yang kamu alami. Kamu hanya harus terus survive dengan kehilangan-kehilangan itu.

Related Post